BUDIDAYA JAMUR TIRAM PAlAS MULAI MENUAI HASIL

Padang lawas-koranlibasnews.com Petani Jamur Tiram Asal Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara Muhammad Kastol siregar yang di juluki Jendra Kancil mulai menuai Hasil budidaya Jamur Tiram miliknya yang di kelola secara sua daya dan modal ala kadarnya.

Dirinya mengaku awalnya dia mengumpulkan Serbuk kayu hasil olahan somel di campur dengan sekam halus di urai dengan menggunakan kapur tani di campur dengan air secukupnya Ucap Petani yang di juluki Jendral kancil tersebut kepada media Jumat 14 Oktober 2020 di lokasi budidayanya Desa Paran Julu kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas.

Bacaan Lainnya

Dirinya mengaku selalu di support oleh Pengurus HKTI Kabupaten Padang Lawas sejak memulai budidaya tanaman Holtikultura beberapa bulan yang lalu dan saya saat ini fokus pada budidaya Jamur tiram”papar nya.

Dia juga mrnjelaskan ” Butuh waktu 45 Hari memproses serbuk kayu tersebut setelah di olah agar zatnya terurai dengan baik dan setelah terlihat tumbuh plangton plangton kecil dilakukan pengontrolan dan pengaturan kondisi blok blok cikal bakal jamur tiram timbuh waktu yang di butihkan sekitar 13 hari dalam rotasi per kali panen jarum tiram. Ungkapnya.

Selanjutnya dia berharap kedepannya HKTI bisa mengembangkan pemasaran hasil budidaya kami ini. Agar kami bisa lebih fokus mmeperluas produksi jamur tiram ini kedepannya. “Sebut kastol pada awak media.

“kita saat ini menyediakan sebanyak 360 Blok media tanam jarum tiram dan masing masing blok dapat menghasilkan 4 -5 Ons Jamur tiram siap konsumsi. Dan karena ter bengkalai di modal makanya kita hanya mampu menghasilkan 180 -200 kg per sekali putaran panen dengan jarak 8 – 10 Hari sekali masa panen. Pungkasnya.

Sekretaris HKTI Kabupaten Padang Lawas Gontar Halomoan Harahap ST sangat mengapresiasi Petani dalam budidaya pertanian sebagai bentuk kepedulian terhadap kekuatan pangan di kabupaten Padang Lawas terlebih Aek Nabara Barumun adalah wilayah yang potensial nya perlu inovasi karena lahan di daerah ini lebih mendominasi tanaman sawit “paparnya.

Ketua HKTI Palas menambahkan “Saya Harap kedepannya Dinas Pertanian khususnya yang membidangi Tanaman Palawija dan Holtikultura dan juga Dinas Ketahanan pangan kabupaten Padang Lawas lebih memperhatikan potensi yang ada di kabupaten padang lawas untuk di kembangkan agar lebih singkron dengan cita cita Pemkab Padang Lawas bercahaya.”

Dia juga menambahkan Tak luput pemerintahan Desa setempat baik kecamatan agar lebih memperhatikan dan menumbuh kembangkan potensi Desa tersebut sebagi pendorong masyarakat kecil khusunya petani dalam berkarya karena mereka ingin kehidupan mereka lebih baik dan daerah akan lebih maju dengan meningkatnya pendapatan per kapita warga.”Ungkap Leo.

Penulis : Tim Libas

Editor : Fikri

BACA JUGA  HARI KEDUA INTERMEDIATE TRAINING HMI TINGKAT NASIONAL "KALI JUNJUNG" PEMATERI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.