Pringsewu -koranlibasnews.com Bau menyengat dari sebuah rumah kontrakan di Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, berujung pada penemuan jasad wanita berusia 57 tahun. Korban bernama Zuraidah ditemukan tewas dalam kondisi tubuh membengkak di atas kasur, Selasa (13/10/2026) sore, setelah beberapa hari tak terlihat oleh warga sekitar.
Kapolsek Pagelaran Iptu Agus Dharmawan, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, penemuan jasad itu bermula dari kecurigaan penghuni kontrakan yang mencium bau tak sedap dari rumah korban. Kecurigaan semakin menguat lantaran Zuraidah, yang tinggal seorang diri, tak terlihat sejak Jumat lalu.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sejumlah warga sempat berupaya memeriksa kondisi korban, tetapi terkendala pintu rumah yang terkunci.
Warga kemudian menghubungi kerabat korban, pemilik rumah kontrakan, serta pihak kepolisian untuk memastikan kondisi perempuan tersebut.
“Setelah berhasil masuk melalui jendela, warga mendapati Zuraidah telah meninggal dunia. Tubuh korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur dengan kondisi sudah membengkak.” Ujar Agus

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi. Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi selesai, jasad korban dievakuasi ke RSUD Pringsewu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang, termasuk sebuah dompet kecil berisi obat-obatan yang diduga kerap dikonsumsi korban.
Agus menyebut pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya,” beber Kapolsek
Dugaan tersebut didukung hasil pemeriksaan medis yang tidak menemukan bekas luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga, Zuraidah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan melalui autopsi. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dan tidak bersedia jasad korban diautopsi.
“Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad Zuraidah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.” Tandasnya(*)













