RENCANA PROGRAM BEASISWA BAGI SISWA SD YANG KURANG MAMPU UNTUK MASUK PONPES YANG DI GAGAS SMPI ASSYAFI’IYAH PULO AIR SUKABUMI PERLU DUKUNGAN DARI PEMERINTAH

Sukabumi ( Jawa Barat) libasnews – Rencana program bagi siswa/i Sekolah Dasar yang tidak mampu untuk masuk ke Pondok Pesantren jenjang Sekolah Menengah Pertama yang di gagas oleh pihak Pondok Pesantren SMPI Assyafi’iyah Pulo Air Sukabumi yang mana dalam rencana penyaringan calon Siswa/i Sekolah Dasar yang berprestasi baik dalam ilmu umum maupun ilmu agama khususnya di wilayah kabupaten Sukabumi dengan system penyaringan per – kecamatan satu beasiswa bagi murid Sekolah Dasar yang berprestasi dan bila se – kabupaten sukabumi yang terbagi dari 47 kecamatan yaitu target rencana pemberian beasiswa kepada murid sekolah dasar yang berprestasi baik dalam bidang ilmu umum dan lebih – lebih lagi sedikitnya menguasai ilmu agama terutama dalam menghafal Al – Quran minimal 10 juz serta juga berkeinginan memondok di Pondok Pesantren pihak SMPI Assyafi’iyah secara penuh siap menjadi penyelenggara kegiatan rencana program beasiswa bagi siswa/i sekolah dasar yang tidak mampu namun berprestasi untuk masuk ke jenjang sekolah menengah pertama terutama yang siap memondok di pondok pesantren, namun terlepas itu semua menurut kepala SMPI Assyafi’iyah H.M. Jamaludin SE yang tidak lain juga adalah putra dari KH. Abdul Rasyid, juga cucu dari KH. Abdullah Syafi’ie itu kepada Libas News Biro Sukabumi saat mewawancarai beliau menurutnya bahwa gagasan program beasiswa bagi siswa/i sekolah dasar yang tidak mampu ini pastinya perlu dukungan dari pihak pemerintah kabupaten sukabumi pada khususnya serta pemerintah provinsi jawa barat pada umumnya dalam hal penyelenggaran rencana program beasiswa bagi siswa/i sekolah dasar yang kurang mampu ini terutama dalam hal pembiayaan bagi murid – murid berprestasi tersebut, yang mana tujuan saya itu adalah ingin memajukan putra daerah Jawa Barat dalam hal pendidikan ilmu ke-Islaman agar mudah – mudahan kedepannya kita bisa mencetak para calon generasi penerus/pemimpin bangsa yang ber-Akhlaqul Kharimah yang harus kita pupuk sedari dini, jangan hanya karena terkendala dalam hal biaya padahal jelas – jelas si siswa/i tersebut mempunyai prestasi yang bagus namun pada akhirnya angan – angan dan cita – cita nya terputus hanya karena dia tidak mampu, menurut saya sudah saatnya baik dari pihak pondok pesantren maupun dari pihak pemerintah berkolaborasi dalam hal menelurkan calon penerus/pemimpin bangsa yang ber-Akhlaqul Kharimah yang mungkin bila berjalan nantinya kemungkinan baik khususnya di wilayah kabupaten sukabumi maupun di jawa barat pada umumnya program ini bisa menjadi contoh kepada daerah – daerah lainnya, ketika di tanya tim Libas News bila program ini berjalan pastinya biaya nya tidak cukup sedikit, dari manakah pembiayaan program ini bila berjalan.??

BACA JUGA  Prajurit Satgas Yonif 126/KC Gelar Karya Bakti Di Perbatasan

Kepala sekolah SMPI Assyafi’iyah tersebut menjawab ya kami menawarkan kepada pihak pemerintah kabupaten sukabumi dan pemerintah jawa barat untuk bersama – sama mencari solusi penganggarannya dalam penyelenggaraan program ini, kan menurut masukan saya kelihatannya banyak tuch pabrik – pabrik sekala besar khususnya di kabupaten sukabumi, pastinya pabrik – pabrik atau Perusahaan Perseroan tersebut seyogyanya wajib mengeluarkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL ) atau CSR ( Coorporate Social Responbility ) per-tahunnya yang mana di situ pastinya ada kewajiban anggaran tersebut untuk di gunakan demi kepentingan masyarakat pada umumnya yang ber-harfiah luas yang mana masyarakat yang tidak mampu dalam hal melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya kiranya berhak menerima dana TJSL tersebut sebagaimana tertuang dalam Undang – undang Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) serta Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas (“PP 47/2012”), maka dari itu saya rasa mungkin kiranya pihak pemerintah baik pemerintah kabupaten sukabumi maupun pemerintah provinsi jawa barat saya rasa sudah punya solusinya namun mungkin aplikasi nya yang masih di cari oleh pihak pemerintah, nah di sinilah saya menawarkan aplikasi yang mungkin nantinya bisa klop dengan pihak pemerintah baik pemerintah kabupaten sukabumi maupun pemerintah jawa barat dalam hal penggiringan mungkin baik dari dana TJSL atau kerennya mah CSR atau mungkin dari APBD Pemerintah kabupaten sukabumi maupun jawa barat sehingga saya yakin kiranya program beasiswa bagi siswa/i sekolah dasar yang tidak mampu untuk masuk ke jenjang sekolah menengah pertama berbasis pondok pesantren yang saya gagas ini pastinya amat sangat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten sukabumi pada khususnya untuk menciptakan calon generasi penerus/pemimpin yang ber-Akhlaqul Kharimah ujar bang jamal dalam mengakhiri wawancaranya dengan Libas News. ( btr )

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.