DI DUGA AMDAL PEMBANGUNANAN KANTOR DPRD PEMKAB & PESIBAR TIDAK BERPUNGSI

Pesibar, libasnews.com – Kabupaten Pesisir barat Merupakan kabupaten Termuda di Pervinsi lampung yang mempunyai Luas wilayah Lebih kurang lebih 2.907.23 km2 dengan Pantai 2010 km dan 155,954 Jiwa

Wilayah yang sangat potensial sekali dibidang wisata, Nelayan, pertanian dan Kaya akan keaneka ragaman seni dan budaya

Bacaan Lainnya

Sangat di sayangkan Sekali Ahir” ini Banyak menuai kontra di Kalangan Masyarakat atas Kebijakan Pemkab setempat di Tahun 2016 lalu Memutuskan wiliayah Perkantoran DPRD dan PEMDA di Tengah padat nya Pemukiman Penduduk

Sementara Panitia pemekaran dan Pemerentah sebelumnya Sudah meyediakan Lahan Seluas 30 H lebih di Lokasi yang berbeda

Pembebasan lahan yang disebut” dengan ganti untung Oleh pemkab meninggalkan Troma, Mimpi buruk bagi masyarakat setempa dengan naiknya harga Tanah sangat derastis Sementara Penduduk nya yang rata” ber penghasilan Nelayan dan Petani akan menjadi korban atas kebijakan Pemkab pesibar

Ade munadar menuturkan Sa’at di temui di Posko solidaritas Koin peduli SDN 3 Pasar krui 23/4/18 Keputusan “Bupati” sama halnya Menggadaikan kan Bumi para saibatin dan Para ulama yang kami cintai ini dengan Para pengusaha dan Elit, Kedepan wilayah yang Penuh potensi yang di gadang” akan jadi Bali kedua ini Hanya menjadi Tontonan bagi anak Cucu Peri bumi dan di kuasi Oleh Elit dan Pendatang ber penghasilan kelas Menengah ke atas saja Tutur ADE

Di tempat Terpisah Deki Selaku Ketua Muda mudi Sangat Menyayangkan mengenai Analisis dampak lingkungan (AMDAL) Tidak berpungsi Pasal nya ada Beberapa Aset milik daerah Di antaranya Kantor Pos, Puskesmas, Smpn 2 dan SDN 3 di Hancurkan Tanpa Menyiapkan Lahan pengganti Terlebih dahulu yang Menurut Hemat kami Pemkab Pesibar Telah Menabrak Peraturan Mentri Dalam negri No 19 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset daerah, Menjelaskan Aset negar yang Hendak di Musnahkan Sudah di siapkan Pengganti di dalam dokumen

BACA JUGA  Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto SIK perintahkan Pengamanan di Tempat Ibadah

Bukan itu saja ungkap Deki” di sela Marak nyan Kritikan dari Berbagai Lapisan Bupati mengelurkan Statement “Jangan hanya bisa ngomong saja, Bantu kalau bisa, Daerah kami adalah Daerah miskin” ini Sama halnya Lempar batu Sembunyi Tangan, Hampir di stiap Mimbar Pak bupati Menggema kan
Pesibar Merupakan wilayah yang Kaya dengan Berbagai Potensi dan Akan Mempunyai Gedung DPRD dan PEMDA yang Mewah melebihi dari Kraton Jogya Ungkapnya

Dedi candra Selaku ketua Solidaritas Koin peduli SDN3 Menuturkan Aksi Koin peduli Merupakan Bentuk Keperihatinan kami Selaku Alumni dimana SDN3 krui merupakan Korban Penggursuran Oleh Pemkab Untuk di Jadikan Lokasi PEMDA

Alhamdulillah Atas Perhatian dari Berbagai Lapisan Mulai dari Alumni SDN3 , Muda mudi, Pelangi komuniti, Himpunan Mahasiswa Pesibar ( HMPB), Persatuan Trail Pesibar, Komunitas Katana indonesia, Kami telah Menghimpun dana Lebih kurang Rp 5000,000 (Lima juta rupiah)

Sabtu 19/4/18 Hamba alloh yang berdomisili di Prabumulih Sumatara selatan Fahmi Amruci Telah menghibahkan Tanah Miliknya seluas 25 * 48 m2 di pekon serai ini Semata” keperihatinan Melihat dunia Pendidikan di Kabupaten Pesisir barat Melaui media dan Youtube ungkap nya

Ketua LSM Lumbung informasi Tepat akurat Prov lampung INDRA yang kerap dengan Panggilan Pak CU ini Berharap Kepada Lembaga Penegak Hukum Polri, Kejaksaan dan KPK Supaya meninjau dan Menproses Secara hukum Atas kebijakan “Bupati” yang di duga Telah banyak Keluar dari aturan

Di antaranya Pengrusakan terumbu karang Pantai labuhan jukung yang hedak di jadikan Lokasi rumah Apung miliknya, Banyaknya Pembangunan Infrastruktur dan Gedung yang Tidak sesui dengan Anggaran alias Markup anggaran, Penyimpangan Subsidi pemasangan KWH Listrik dan Penyalah gunaan wewenang atas Kebijakan Penempatan Kantor DPRD dan PEMDA Kabupaten pesisir barat yang di duga kuat Telah banyak merugikan Keuangan negara Tutup nya. (azhar)

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.