Bumdes Pekon Banding Ludes Siapa Bertanggung Jawab.

Lampung barat-koranlibasnews.com Sungguh ironis bantuan badan usaha milik desa pekon banding agung kecamatan suoh yang bersumber dari anggaran dana desa sebesar ratusan juta di duga kuat ludes di tangan mantan peratin Supangat, alih-alih ingin di kembangkan ke usaha ayam petelur malah uang ratusan juta sebagai modal habis tanpa ada kejelasan.

Pada awalnya pekon banding kecamatan suoh mengggarkan dana Bumdes pada tahun 2015 sebesar 15 juta, dan tahun 2017 sebesar 50 juta terahir tahun 2018 peratin pekon banding supangat menganggarkan lagi sebesar 35 juta jadi total dana Bumdes pekon banding agung sebesar 100.juta.

Bacaan Lainnya

habisnya dana Bumdes ini terungkap pasca di Lantiknya pratin baru trunggono yang pada pilpratin kemarin mengalah kan pratin pertahanan Supangat.Minggu 26-6-2022 melalui pia wa kepada awak media terunggono meyampaikan bahwa diri nya dan aparat pekon serta masarakat pekon banding agung menggelar rapat di balai desa salah satu agenda yang kami bahah yaitu habisnya dana Bumdes yang tidak jelas rimbanya dan meminta pengurus Bumdes serta mantan peratin Supangat bertanggung jawab.

Terpisah saat di konfirmasi awak media mantan peratin pekon banding supangat membenar kan bahwa dana Bumdes pekon sudah habis tadinya kami bergerak di usaha ayam petelur dan ikan di embung pekon anggaran untuk pembeliyan bibit ikan nya sebesar 15 juta termasuk pakan ikan.

namun sayang usaha itu gagal total di kerenakan habis di pancing warga jadi ga panen sama sekali sementara untuk usaha ayam petelur kami jug mengalami gagal total ayam banyak mati dan lebih dari 900 ekor mati, selain mati ayam juga tidak mau bertelur kerena bibit nya sudah tua belum lagi urusan pembelian pakan yang membengkak. Sehingga usaha tersebut gagal total bukan nya dapat untung malah mines kilah Supangat.

BACA JUGA  Kampaye Capres No Urut 01 Di Labuhan Jukung Krui Di Hadiri 25000 Ribu Pendukung

dari usaha ayam petelur yang kata nya gagal itu Sekarang yang tersisa hanya kandang kosong saja dan akan kami Jual sebesar Rp.150 juta namun sampai saat ini belum ada masarakat yang mau membeli kandang ayam itu keluh Supangat.

Keterangan Supangat ini sangat aneh dan tidak masuk logika akal sehat di kerena kan selain mengelola peternakan ayam petelur milik Bumdes diri nya juga membuka usaha yang Sama dengan lokasi kandang yg bersampingan pula sementara ayam petelur milik pribadi pak Supangat maju pesat indukan nya saja mencapai lebih dari 6000 ekor ayam dari telur nya saja sudah bisa mencukupi kebutuhan proyek BPNT serta kebutuhan di dua kecamatan yaitu suoh dan kecamatan Bandar Negeri Suoh bahkan di kirim ke luar kabupaten.

Salah satu warga pekon banding yg tidak mau di sebut kan nama nya mengatakan pak supangat itu mati mati ulo alias belut putih itu usaha ayam petelur nya bertahan sampai sekarang dan makin sukses aja.

Jangan jangan uang Bumdes di pakai untuk usaha pribadi nya sendiri kerena setau kami pengurus Bumdes itu hanya nama nya saja tetapi gak pernah di lihatkan sama sekali kalau gak percaya silahkan tanya langsung aja.

Penulis : Marlin Libas

Editor : Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.