Minta Warga Buka Mata, Bendahara Pekon Babakan Bongkar Borok Kakon: Cair Bersama, Habis Buat Karaoke!

Oplus_131072

phot : Ilustrasi

TANGGAMUS –koranlibasnews.com Babak baru dugaan penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Pekon Babakan, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, akhirnya menemui titik terang yang mengejutkan. Pasca resmi dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH) beberapa waktu lalu, Bendahara Pekon Babakan akhirnya memilih angkat bicara dan membongkar borok sang Kepala Pekon (Kakon), Sukman.

Bacaan Lainnya

​Dengan nada tegang dan penuh kekecewaan, sang Bendahara membeberkan bahwa aliran dana desa yang dikorupsi oleh oknum Kepala Pekon tersebut sama sekali bukan diperuntukkan bagi aset atau harta benda, melainkan diduga kuat habis digunakan untuk gaya hidup foya-foya dan aktivitas hiburan malam (karaoke) yang tak kenal waktu.

​”Kalau Lurah (Kakon) Sukman korupsi itu bukan buat beli harta, namun uang tersebut habis buat karokean tak kenal waktu. Hingga saya pun menjadi korban akibat selalu dipaksa mencari dana talangan untuk menutupi kegiatan pekon yang belum selesai,” ungkap Bendahara Pekon Babakan saat memberikan keterangan kepada awak media.

​Lebih mengejutkan lagi, ia mengungkapkan bahwa tata kelola keuangan di Pekon Babakan sudah masuk dalam tahap memprihatinkan. Banyak program dan kegiatan fisik maupun non-fisik yang diduga kuat fiktif karena anggarannya mengalir, namun realisasi di lapangan sama sekali belum dilaksanakan oleh Kepala Pekon.

​Menanggapi tudingan miring dan stigma negatif dari masyarakat yang menyudutkan dirinya sebagai dalang hilangnya uang negara, Bendahara Pekon Babakan meminta agar publik melihat fakta ini secara objektif dan transparan.

BACA JUGA  Bupati Tanggamus Buka Acara Sosialisasi Dan Pelatihan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan

​”Kalau masyarakat Babakan menilai saya yang melarikan uang Dana Desa, tolong buka mata lebar-lebar. Uang tersebut tidak akan bisa saya cairkan sendiri di bank, melainkan wajib bersama-sama dengan Kepala Pekon,” tegasnya.

​Ia menambahkan, setiap kali proses pencairan Dana Desa selesai dilakukan di bank, sang Kepala Pekon selalu menggunakan berbagai macam alasan untuk meminta dan menguasai uang tersebut secara langsung dari tangannya.

​”Setiap pencairan Dana Desa, uang tersebut dengan berbagai alasan diminta oleh Kepala Pekon dari saya. Jadi, saya minta masyarakat paham siapa yang sebenarnya mengendalikan dan menghabiskan anggaran tersebut,” pungkasnya menahan geram.

​Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi media terus berupaya meminta klarifikasi dan konfirmasi resmi dari Kepala Pekon Babakan, Sukman, terkait nyanyian berantai dari bendaharanya sendiri, serta tindak lanjut dari laporan yang kini sudah menggelinding di ranah hukum. (Tim)

LIBAS GROUPbanner 728x120banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *