Photo : Ilustrasi
PUGUNG-Koranlibasnews.com Isu miring yang sempat viral mengenai Bendahara Pekon Babakan, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Deden Purwa, yang disebut-sebut kabur membawa lari uang desa, akhirnya patah. Pihak keluarga Deden Purwa secara tegas menepis isu tak sedap tersebut dan membongkar fakta mengejutkan yang mengarah pada Kepala Pekon (Kakon) Babakan, Sukman Hadi.
Kepada Tim Investigasi Awak Media Libas Grup, salah satu perwakilan keluarga Deden Purwa mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam atas opini keliru yang beredar di tengah masyarakat maupun media massa belakangan ini.
“Kami selaku keluarga Deden Purwa merasa sangat kecewa atas isu yang beredar, baik di kalangan masyarakat maupun di media massa yang mengatakan Bendahara Pekon Babakan kabur dan uang dana dibawa Deden,” ujar perwakilan keluarga dengan nada kecewa.
Ia menegaskan dan meminta masyarakat, khususnya warga Pekon Babakan, untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, Deden tidak pernah membawa kabur uang kas desa, melainkan uang tersebut diduga kuat telah diambil oleh Kepala Pekon.
“Perlu diketahui oleh masyarakat Babakan khususnya, uang tersebut bukan dibawa kabur sama Deden, melainkan uang itu sudah diambil oleh Kepala Pekon Babakan, Sukman Hadi,” cetusnya.
Pihak keluarga juga membeberkan alasan di balik tindakan nekat Deden yang sampai meminjam uang berbunga (rentenir). Langkah tersebut terpaksa diambil oleh Deden untuk menutupi anggaran pekerjaan fisik atau program desa yang belum selesai, lantaran uang yang seharusnya ada di kas diduga telah digunakan oleh oknum lain.
Demi memperkuat pernyataan tersebut, pihak keluarga telah menunjukkan dan menyerahkan semua bukti pengeluaran yang dipegang oleh Bendahara kepada Tim Investigasi Awak Media Libas Grup.
Berdasarkan bukti-bukti dokumen yang disampaikan kepada tim media, terlihat jelas adanya dugaan aliran dana desa yang mengalir dan digunakan oleh Kepala Pekon Babakan, Sukman Hadi, selama kurun waktu tiga tahun terakhir.
“Kalau melihat bukti Deden yang disampaikan ke tim media sudah jelas, banyak dana tersebut dipakai oleh Sukman Hadi, baik dari tahun 2023 sampai 2025, kurang lebih hampir 200 juta. Itu sudah termasuk biaya kenakalan Lurah (Kakon),” ungkapnya blak-blakan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan meminta hak jawab dari Kepala Pekon Babakan, Sukman Hadi, terkait tudingan serius dan rincian bukti pengeluaran yang dibeberkan oleh pihak keluarga bendahara tersebut. (Tim)













