Motif Penusukan Istri Siri di Pringsewu Terungkap, Pelaku Sakit Hati Karena Ajakan Rujuk Ditolak

Pringsewu-koranlibasnews.com Motif di balik kasus penusukan yang menewaskan Anes Wulandari (20), warga Dusun 5, Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, mulai terungkap. Polisi menyebut aksi nekat yang diduga dilakukan Heru Purwanto (43) dipicu rasa sakit hati setelah permintaan pelaku untuk rujuk kembali ditolak oleh korban.

Kapolsek Pagelaran Iptu Agus Dharmawan mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan sementara terhadap pelaku serta sejumlah saksi, penusukan berawal saat pelaku mengajak korban berbicara untuk membujuknya kembali hidup bersama.

Bacaan Lainnya

“Motif sementara yang kami peroleh, pelaku merasa sakit hati karena ajakan untuk rujuk ditolak oleh korban. Pelaku memang sudah beberapa kali berusaha menemui korban, namun selalu ditolak,” ujar Iptu Agus pada Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, pelaku diketahui telah membawa sebilah pisau dari rumah sebelum mendatangi kediaman korban pada Jumat (26/6/2026) malam. Setelah berhasil mengajak korban keluar rumah dengan alasan ingin membicarakan sesuatu, keduanya berjalan sekitar 20 meter dari rumah korban hingga akhirnya terjadi pertengkaran.

Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mencabut pisau yang telah dibawanya dan menusukkan senjata tajam tersebut ke bagian perut korban hingga menyebabkan korban mengalami luka fatal.

“Pisau itu sudah dibawa pelaku dari rumah. Saat terjadi cekcok, pelaku mencabut pisau tersebut dan menusuk bagian perut korban,” jelas Kapolsek.

Usai menusuk korban, pelaku diduga langsung menusukkan pisau yang sama ke perutnya sendiri dengan maksud mengakhiri hidup. Berdasarkan pengakuan awal yang diterima penyidik, pelaku berniat bunuh diri dan ingin meninggal bersama korban.

BACA JUGA  "Mesteri Rp 297 Juta : Mencari Jejak Modal BUMDes Tanjung Rusia Yang Raib Tampa Bekas"

Namun, rencana tersebut gagal setelah korban berteriak meminta tolong sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.

Mengetahui warga mulai berdatangan, pelaku kemudian melarikan diri ke arah kebun. Dalam pelariannya, pelaku akhirnya terkapar di area semak-semak bekas kolam ikan setelah mengalami luka tusuk di bagian perut hingga usus terburai akibat perbuatannya sendiri. Pelaku kemudian ditemukan warga dalam kondisi terluka dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Pringsewu untuk mendapatkan perawatan medis.

Iptu Agus menambahkan, pelaku dan korban diketahui telah menjalani pernikahan siri selama sekitar lima tahun. Beberapa waktu terakhir, korban memilih pulang ke rumah orang tuanya di Pekon Pemenang untuk merawat ayahnya yang sedang sakit.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan kerabat korban, diketahui korban enggan kembali rujuk dengan pelaku karena selama menjalani rumah tangga siri kerap mengalami perlakuan kasar.

“Korban memilih berpisah karena sudah tidak tahan dengan tabiat pelaku yang kerap berlaku kasar dan ringan tangan selama lima tahun membina rumah tangga siri. Keterangan ini juga diperkuat oleh sejumlah saksi dan pihak keluarga yang telah kami mintai keterangan,” ungkap Iptu Agus.

Saat ini penyidik Polsek Pagelaran masih terus melengkapi proses penyidikan, mendalami seluruh rangkaian peristiwa termasuk dugaan perencanaan pembunuhan, serta menunggu kondisi pelaku membaik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut untuk menjalani pemeriksaan forensik. (*)

LIBAS GROUPbanner 728x120banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *