TERCIUM MAR,UP DIDUGA DRAINASE SPLITE TAMPA MUTU

Sarolangun,koranlibasnews.com
Drainase Sepanjang 1600 m kiri dan kanan jalan dengan lebar 60 cm kedalaman 80 cm dikerjakan PT Fitri Indah Sejahtera menghabiskan anggaran 5.7M di duga gunakan splite tidak berkwalitas.

Miris,drainase bertutup ada dugaan di kerjakan oleh rekanan yang tidak profesional dan di duga gagal total dengan pagu anggaran 5.7M sepanjang 1600m.Anggaran besar tersebut di kucurkan agar drainase bertutup dalam kota lebih berkwalitas.

Bacaan Lainnya

Bedasarkan kriteria sepanjang jalan poros dalam kota tentu harus sesuai standart. Mulai ketebalan beton,jalinan besi, bermaterial utama splite yang tersaring .Dengan perbandingan campuran spilte tambah pasir dan Semen.

Ada dugaan,material splite berkwalitas baik di ganti menggunakan splite bodong tidak bermutu.Terlihat splite yang di gunakan tanpa tersaring dan bukan batu pecah.Splite yang ada termasuk jenis ampas/habuk tercampur pasir atau debu.

Menurut standar kegiatan tidak di benarkan menggunakan splite bodong tersebut karena menyalahi dan akan mempengaruhi ketahanan beton untuk jangka panjang.Lemahnya pengawasan oleh Dinas maupun pihak terkait terkesan akan menjadi celah pihak rekanan untuk memperkaya diri sendiri.

Salah satu sumber MC (Inisial-red), menjelas kan dan menyayangkan bahwa pengerjaan drainase yang di duga tidak memakai splite sesuai spec yang ada.Penggunaan batu splite seharus nya menggunakan batu splite yang tersaring.Harus sesuai standart konstruksi,karena anggaran besar jelas harus menggunakan splite berkwalitas baik sesuai.splite ampas/habuk masih di gunakan dalam pengerjaan proyek bernilai fantastis tersebut.

Jelas terkesan ada nya mark-up harga,karena splite yang demikian harga perkubikasi jauh lebih murah.
Besi yang di pakai karena di jalan poros dalam kota kabupaten,harus menggunakan ukuran 10″ inch.
“besi jalinan harus menggunakan besi 10″ inch dan splite..jelas harus splite tersaring tanpa mengandung debu.bukan seperti di gunakan drainase bertutup seperti yang di kerjakan sekarang di duga tanpa kwalitas dan terindikasi mark-up,jelas menyalahi”
ujar beliau saat di wawancara koran libasnews.com di kediaman nya,Selasa(05/02/19).

BACA JUGA  Jangan Buang Sampah di Selokan dan Sungai

MC menambahkan pihak pengawas beserta tim yang terkait sharusnya mengkaji ulang,apakah anggaran yang telah di bayar sudah sesuai riil progres di lapangan jangan sekedar cek fisik dan ukur volume.Material yang di pakai pun harus ikut di cek apakah splite di pakai sesuai standart.

“Jika di atas kertas pasti semua sesuai karena hitungan menggunakan material yang standart.Segera audit ulang dengan material seperti di gunakan di lapangan,terutama pada splite” beliau kembali menimpali.

Kroscek ke lapangan jangan sekedar ukur panjang dan lebar,hendak nya pihak terkait lebih jeli dan teliti.
Tentu ada perberbedaan yang terlihat dari nilai anggaran riil progres di lapangan,di sini akan jelas adanya indikasi kerugian anggaran Daerah.
“Jika penilaian kita yang tahu teknis jelas riil di lapangan dengan anggaran yang telah di bayar 91% tersebut,di duga sangat tidak masuk akal”tambah beliau.

Manfaat drainase bertutup pun harus di kaji ulang,setelah di bayarkan 91% banyak di keluhkan masyrakat.
Karena air sepanjang jalan tidak maksimal teraliri karena jalur drainase terputus putus dan akan berdampak terhadap lingkungan ke depan,akan banyak genangan air di tengah jalan dalam kota.

“mana yang selesai,sepanjang titik semua masih menyisakan pekerjaan.Drainase milyaran ini terkesan tidak akan bermanfaat terhadap lingkungan sekitar.Pejabat terkait jangan berpangku tangan harus tegas dan profesional dalam mengambil tindakan ” tutup nya

Hingga berita ini tayang,sangat di sayangkan beberapa pihak terkait sulit di temui awak media koranlibasnews.com untuk di mintai keterangan,terkesan sengaja menghindar Rabu(06/02/19).

Penulis : Pen Libas

Editor   : Fikri

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.