Sejumlah Camat Ketakutan Ingin Mengundurkan Diri Dari Jabatan Setelah Kasus Dana Bimtek Naik Sidik

Lampung Barat-koranlibasnews.com
Setelah Pihak Kejaksaan Menaikkan Kasus Pelatihan Aparatur Pekon (bimtek) Tahun 2021 Ketahap Penyidikan karna Adanya Dugaan Korupsi Sebesar 786 Juta Dari Penghitungan Inspektorat Lampung barat.

Beredarnya Sejumlah Surat Pernyataan Dari Peratin Bahwa Dana Tersebut Bukan Di Kumpulkan Keabdesi Kecamatan Melainkan Dikordinir Langsung Oleh Camat Masing-Masing Pekon.

Bacaan Lainnya

Selain Kecamatan Batu Berak,Kecamatan Pagar Dewa,Kini Beredar Sejumlah Surat Pernyataan Dari Peratin Kecamatan Wai Tenong Bahwa Camat Wai Tenong Pak Hermantolah Yang Langsung Mengkordinir Uang 10 juta Itu Dari Peratin-Peratin.

Saat Di Konpimasi Dengan Salah Satu Peratin Yang Ada Di kecamatan Wai Tenong Yang Minta Identitasnya Tidak Di Sebutkan Jumat 25/02/22 Membenarkan Bahwa Uang Bimtek Itu Camatlah Yang Memungutnya Dari Kami Lebih Lanjut Apakah Para Peratin Tau Kemana Uang Itu Di Serahkan Oleh Pak Camat kami Dan Kami Gak Tau Bang Itu Semua Pak Camat Yang Mengatur.

Terpisah Saat Di kompirmasi Dengan Camat Wai Tenong Terkait Beredarnya Sejumlah Surat Pernyataan Dan Rekaman Pembicaraan”Hermanto Mengatakan Saya Lagi Nyupir Kita Bicarakan Nanti Saja Sembari Menutup Telpon.

Kasus dugaan korupsi berjemaah dan ada nya indikasi pemotongan dana pelatihan sebesar 20% itu sumber media libas mengatakan setelah seluruh uang dana pelatihan aparatur pekon di kordinir oleh camat untuk jelasnya silahkan tanya langsung sama yones dan Akmal selaku ketua porum camat Se kabupaten Lampung barat saya selaku bendahara BKAD dan ketua jauheri Ismanto gak mau di tumbalkan sendiri apa lagi saya cuma bendahara gak bakal gerak kalau Tampa perintah ketua BKAD dan SKnya ada di bentuk tahun 2017 ujar Heri.

lebih lanjut Heri mengharapkan kepada pihak kejaksaan negeri Liwa dalam peroses naik sidik kasus bimtek ini harus ferr usut semua yang makan uang dana bimtek itu,di singgung siapa yang mengkorupsi uang bimtek itu ya tanya aja sama camat-camat yang mengkordinir uang, dan pihak ke tiga selaku penyelenggara kegiatan.

Gak mungkinlah saya selaku bendahara BKAD dan jauheri Ismanto selaku ketua melangkahi atasan apa lagi kami cuma peratin,bawahan camat dan dinas pemerdayaan masyarakat pekon ,jika kegiatan itu di tumbal kan kesaya selaku bendahara dan ketua BKAD. kami tidak terus terang demi Alloh kami tidak menerima uang itu yang kami terima cuma 18 juta itu juga honor kami juga di minta oleh pak bupati Lampung barat agar pasang badan untuk melindungi camat camat.

Iya Gak maulah kalau mau di tumbalkan sendiri sementara yang kordinir semua uang camat.dan dinas pemerdayaan masarakat pekonlah yang punya perogram saya dan ketua abdesi beserta Akmal serta yones selaku ketua serta sekertaris porum camat Se kabupaten Lampung barat menghadap kadis dan Kabid dinas pemerdayaan masyarakat pekon pada waktu kegiatan itu akan di laksanakan ujar Heri.

terpisah salah satu camat yang tidak mau di sebutkan namanya mulai merasa ketakutan dan ingin mengundurkan diri dari jabatan camat, namun kami tidak berani terus terang takut di nonjob kan pak bupati seperti pak suryanto camat bandar negeri suoh yang mengundurkan diri dari jabatan lansung non job, semoga dalam kasus ini kami para camat di lindungi oleh pak bupati kerena boro-boro kami dapat duit pusingnya aja yang ada.

masalah uang bimtek ini kalau pengen tau jelasnya ya tanya kesekertaris dan ketua porum Camat Sekabupaten Lampung barat merekalah yang bisa menjelaskan uangnya kemana saja.

Mandala selaku camat suoh saat di konfirmasi fia telp jumat 22/02/22 sukur saya tidak terlibat mengkordinir dana bimtek itu karna saya takut bermasalah nantinya jadi biarlah abdesi kecamatan aja saya gak mau ikut ikutan.

Penulis : Regar/Marlin Libas

Editor : Redaksi

BACA JUGA  Bupati Lambar Secara Simbolis Bagikan Bantuan Sembako Bagi Warga Kecamatan Kebun Tebu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.