Ratusan juta Dana Bumdes Habis Di Patok Ayam Petelur Inspektorat Lampung Barat Menjadwalkan Pemanggilan Mantan Peratin

Lampung barat-koranlibasnews.com
Pihak inspektorat kabupaten lampung barat akan melakukan pemeriksaan terkait habisnya dana Bumdes pekon banding agung kecamatan suoh hal Ini di sampaikan langsung oleh irban 4 misadi di ruang kerjanya kepada awak media saat di konfirmasi.

Kami akan menjadwalkan pemanggilan kepengurus Bumdes pekon banding agung beserta mantan peratin Supangat jika benar dana Bumdes itu habis seperti yang di sampai kan mantan peratin pekon banding agung sesuai dengan yang di sampaikannya melalui pidio tersebut.

Bacaan Lainnya

Selain akan menjadwalkan pemanggilan pihaknya juga akan mengecek langsung di lapangan guna memastikan dana tersebut siapa yang menghabiskan harus bertanggung jawab.

berarti laporan pertanggung jawabannya piktif semua kalau habis ini terlihat Sangat aneh jika uang ratusan juta habis untuk usaha beternak ayam kalau 2000 ayam aja perharinya sudah pasti telurnya 2000 butir pula pee hari kali kan berapa bulan sudah jelas uangnya.

masa produksi ayam itu lama kalau tidak produksi ayamnya juga bisa di jual itu menambah modal juga ujar misadi selaku irban empat .

muzasipun akan segera menyampaikan laporan ke pak inspektur dan pak sekertaris untuk segera di agenda kan pemeriksaan kerena bagai manapun uang Bumdes itu harus di kembalikan kalau tidak bisa berurusan dengan aparat penegak hukum

Saat di konfirmasi peratin terpilih pekon banding agung kecamatan suoh tunggono membenar kan bahwa dana Bumdes pekon Semasa di pimpin pak Supangat uangnya ludes tapi bukan saya lo yang lapor ini temuan media ,kami aparat pekon beserta masarakat hari Minggu 26-juni 2022 sempat mengadakan rapat di balai desa pekon banding agung salah satu yang menjadi agenda rapat adalah perihal habisnya dana Bumdes.

BACA JUGA  Bupati Tulang Bawang Dr. (Cand) Hj. Winarti, S.E., M.H, Telah Menyerahkan Laporan Keuangan Tahun 2020 DAERAH EKONOMI

Dari informasi lain pengurus Bumdes hanya pelengkap administrasi saja yang kelola adalah peratin sendiri bagai mana mau berkembang usaha Bumdes buktinya waktu mau nyalon pak Supangat menglelang ayam ya seharga tiga ekor ayam 100.000 .

jadi bagai mana pun pak Supangat harus bertanggung jawab ,kalau ayam Bumdes Samapi mati 900 ekor per hari kok usaha ayam petelur milik sang mantan peratin malah berkembang pesat .

Buktinya telur telur yang di hasilkan dari kandang pak Supangat bisa memenuhi kebutuhan BPNT serta kebutuhan masyarakat suoh dan kecamatan bandar negeri suoh.

Sebelumnya dari keterangan sang mantan peratin penyebab dana Bumdes itu habis salah satunya ayamnya mati 900 ekor per hari , tidak menghasilkan telur di karnakan bibitnya sudah tua dan mengalami penombokan Maslaah pakan, kalau bicara dana Bumdes ludes bukan di patok ayam petelur mas.

dana Bumdes pekon lainnya juga ludes seperti pekon Rowo Rejo dan pekon lain nya di suoh yang ada cuma tulisan saja duitnya gak ada ujar Supangat.

Jadi tolong jangan di beritakan lah kasian sama saya sudah kalah jadi peratin ini mau kena urusan pula keluh Supangat sembari dengan wajah melas. Lantas itu ayam siapa yang ribuan ekor itu kalau bukan ayam Bumdes itu ayam saya mas tolong lah di bantu bagai mana baiknya.

Penulis : Marlin Libas

Editor : Redaksi

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.