RATUSAN HEKTAR PERTANIAN DI DUA DESA KEKURANGAN AIR

Subang (Jawa Barat) libasnews.com – Ratusan hektare lahan pertanian di dua desa yakni desa ciberes dan jati ragashilir Kecamatan patokbeusi kabupaten subang kekurangan pasokan air.
Itu terjadi lantaran tanggul saluran sekunder di wilayah itu yang selama ini jadi pemasok air sawah-sawah disana jebol.
Karena itu harus segera dilakukan realisasi perbaikan tanggul saluran tersier secara permanen, agar pasokan air pertanian dapat terpenuhi.

“Saluran sekunder yang mengaliri pertanian di dua desa mengalami kerusakan parah. Ini yang mengakibatkan sawah-sawah di daerah kami kekurangan air karena aliran airnya tidak mengalir optimal,” ucap H.AEP petani rawa gebang
H.AEP menuturkan, masyarakat yang memiliki sawah melakukan pemompaan secara pribadi, karena dikhawatirkan pasokan air kurang memadai.
Dalam mengantisipasi dampak pemasok air memang air banyak bahkan melimpah tapi tidak nyampe ke lahan sawah di karnakan tanggul sepanjang kurang lebih 300 meteran kondisi nya rusak parah , masyarakat yang memiliki lahan pertanian harus secara gotong-royong memenuhi pasokan air. Sementara itu, dinas terkait harus secepatnya melakukan perbaikan saluran tersier di 5 titik, agar kebutuhan petani dapat tercukupi dengan baik. “Lahan pertanian di ciberes dan jati ragashilir tidak kekeringan, cuma kurang kebutuhan air diakibatkan tanggul jebol,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Tambah H.AEP, saluran sekunder yang berdampingan dengan saluran tersier pertanian, membuat para petani mengeluhkan kondisi tersebut. Kerusakan parah saluran sekunder sudah lama terjadi, dengan saluran sekunder yang ada sudah terkikis habis.
Pasokan air yang berada di pasokan tersier ini turun, sehingga pasokan air pertanian semakin berkurang. “Kami ingin segera dilakukan perbaikan saluran, karena dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas pertanian,” ungkapnya.

BACA JUGA  Forki Sultra Tahun Depan Datang Lagi

Dia melanjutkan, BP3K Kecamatan patokbeusi melakukan penggiliran pasokan air dimulai pada sore hari untuk lahan pertanian yang dekat dengan saluran tersier, sedangkan untuk sore hingga malam hari bagi lahan pertanian yang jauh dari saluran tersier.
Ada sekitar 5 titik yang mengalami kerusakan parah, dari titik saluran tersier 1serta saluran tersier 2. Diperkirakan, untuk melakukan perbaikan saluran sekunder secara permanen mencapai ratusan juta, sehingga harus dilakukan perbaikan dari pemerintah pusat. “Kami sudah melakukan pengajuan perbaikan, agar segera diperbaiki secara permanen,” katanya.

Menurut H.AEP, perbaikan yang diberikan dari dinas pertanian emang pernah dan sudah di perbaiki tapi yang jadi kendala dan di keluhkan petani yakni jalan tanggul di jadikan sawah makanya hampir sepanjang 300 meteran itu tanggulnya di 5 titik jebul rusak parah.
H.AEP atas nama para petani berharap lewat pemerintah yakni PU BIMAIR dengan dilakukan perbaikan saluran irigasi yang jebol parah .
H.AEP selaku petani desa ciberes yakni di dusun rawa gebang lewat gapoktan desa ciberes harus mempriotaskan tanggul yang jebol ungkap H.AEP .
agar target produksi pertanian di ciberes Kecamatan patokbeusi bisa mencapai sekitar 7,6 ton per hektare.
Diharapkan lahan seluas ratusan hektar yakni desa ciberes dan desa jatiragas hilir itu akan mencapai peningkatan produksi seperti yang dicanangkan dalam program swasembada pangan. Para petani yang tidak tercapai target produksi, itu disebabkan karena keterlambatan musim tanam, sehingga banyak hama pertanian menyerang lahan pertanian. “Para petani yang sebelumnya hanya mendapatkan 7 ton per hektare kalau bisa mencapai 10 ton per hektare,” pungkasnya. (Uta)

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.