MENYAMBUT HUT AIR SE-DUNIA 22 MARET AMPHIBI BAKSOS DIPUSATKAN DI DESA KEBON SARI

Jakarta, libasnews.com -Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (AMPHIBI) melakukan aksi bersih-bersih sampah yang mencemari sungai dan sampah-sampah yang ada di hutan kota Sidoarjo.

Kegiatan peduli lingkungan tersebut dimulai dengan membersihkan sampah yang berserakan yang ada di Hutan Kota Delta Putri di kawasan Jalan Pahlawan kecamatan Kota Sidoarjo.

Bacaan Lainnya

Hutan Kota Delta Putri merupakan lahan hijau terletak di tengah Kota Sidoarjo yang menjadi paru-paru bagi masyarakat di tengah Kota Delta tersebut.

Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (AMPHIBI) saat membersihkan sampah dialiran sungai.

“Meski berada di tengah kota dan berdekatan dengan pusat perbelanjaan, keberadaan hutan kota ini kurang dikenal masyarakat, bahkan banyak sampah plastik, botol kemasan air meneral di hutan kota ini. Hasil dari bersih-bersih dihuta kota ini, ada puluhan karung sampah terkumpul yang nantinya sampah ini akan kita buang di Tempat Pembuangan Akhir,” kata Ketua DPP AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,si, Senin (19/3/2018).

Tak sekadar membersihkan sampah, Agus menambahkan aksi yang dilakukan dalam rangkaian penutupan Hari Peduli Sampah Nasional serta memperingati Hari Air se-Dunia pada 22 Maret itu, para aktivis lingkungan ini juga langsung menceburkan diri ke sungai untuk membersihkan sampah yang kebanyakan sampah rumah tangga di sungai yang ada di kota maupun pinggiran Kabupaten Sidoarjo.

BACA JUGA  Ungkap Kasus Curat Nasabah Bank, 17 Personel Sat Reskrim Diganjar Penghargaan

Selain sampah, sungai sungai di Sidoarjo banyak yang mengalami pendangkalan. Pendangkalan sungai ini mengakibatkan daya tampung debit air tidak maksimal, sehingga bisa mengakibatkan banjir saat hujan deras turun. Nantinya aktivis AMPHIBI juga akan membudidayakan ikan di aliran sungai di Kota Delta ini.

“Ternyata sungai sungai di Kota Sidoarjo  maupun dipinggiran Sidoarjo banyak yang mengalami pendangkalan. Kami berharap sungai di Sidoarjo bisa normal kembali tanpa ada sampah ataupun limbah, sehingga ikan dan ekosistem lain yang ada di sungai bisa hidup normal dan bisa memanfaat bagi masyarakat sekitar. Tentu hal ini akan terwujud dengan peran serius Pemkab Sidoarjo dan masyarakat umumnya dalam menjaga kebersihan sungai ini.

Pada kesempatan ini Aktivis AMPHIBI juga membagikan stiker kepada pengendara yang melintas di depan hutan kota. Stiker tersebut bertuliskan salam dan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan.

Aksi peduli lingkungan Aktivis AMPHIBI diakhiri dengan penyuluhan cara pembuatan sabun cair di Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo yang diikuti ratusan warga pada sore hari.

“Pembuatan sabun cair ini berbahan utama limbah by produk nabati. Untuk pewangi menggunakan daun jeruk nipis, daun serai, atau buah jeruk limau.

Sementara untuk pewarna bisa menggunakan buah naga atau bisa menggunakan daun pandan ,” terang Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonsari Imam Saruji mengapresiasi kegiatan sosial aktivis lingkungan (yang menghadirkan penyuluhan dan pembuatan sabun cait ke warga tersebut.

“Kami sangat senang dengan adanya pelatihan membuat sabun cair ini. Kami ingin ke depannya bisa dibuat rumah industri untuk membuat sabun cair dalam jumlah besar. Dengan itu maka akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga kami,” harap Kepala Desa Kebonsari Imam Saruji. (rd01)

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.