Ditampar serta dicekik, Anak SD 11 Tahun enggan masuk Sekolah lagi

TANGGAMUS (Lampung) libasnews.com – Trauma tidak masuk sekolah Juliyan Syahyan  (11), seorang siswa di SDN 1 Kampung Kotaagung, Tanggamus Lampung, diduga menjadi korban kekerasan pemukulan oleh oknum pegawai sekolah setempat.27/10/17.
Menurut penuturan Korban Juliyan , aksi penamparan yang dialaminya itu terjadi dalam ruang kelas V, disaksikan oleh temen siswa yang lain pada hari Rabu 25 Oktober 2017 sekitar pukul 11.30 WIB. hanya karena Gara-gara tidak ikut pramuka di hari minggu kemarin, dan tidak menulis pelajaran saat jam bahasa indonesia, karena guru study bahasa indonesia tidak masuk dan Korban ditanya oleh Penjaga perpustakaan tersebut,  kenapa tidak nulis, dan dijawab oleh korban karena tidak disuruh, dengan spontan langsung oknum guru itu menampar serta mencekik korban.
Sementara Siti Aisyah (40) selaku ibu kandung ,tidak terima dengan tindakan oknum Guru tersebut, saya akan menuntut perlakuan oknum guru itu, dan saat ini ibu korbam sedang menunggu suaminya pulang dari kebun.
” Suami saya akan Segera pulang tiga hari mendatang, setelah saya kabari, karena anak saya trauma dengan kejadian itu makanya setiap hari jumat Juliyan tidak mau sekolah dan minta pindah dari sekolah tersebut. Karena ini kejadian untuk kedua kalinya menimpa anak saya,” Tuturnya
Saat diConfirmasi Kepala Sekolah SDN 1 Kampung Kotaagung Siti Martini mengatakan, bahwa dirinya belum mengetahui tentang masalah ini, dan baru tahu saat ini saat media menanyakan kronologi kejadian.
“Nanti kita akan mengumpulkan para dewan guru seperti apa kebenaran informasi ini. Untuk. Saat ini kita belum bisa banyak komentar, Dan pastinya kita akan tindaklanjuti masalah yang terjadi di sekolah kita, Karena saya tidak tahu persis seperti apa kejadiannya,” Ucapnya
Wakil Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi, saat dimintai tanggapannya terkait masih adanya kekerasan yang terjadi di sekolah mengatakan bahwa,  semua sedang lagi mengupayakan pembenahan di setiap lini sektor pendidikan.
 “Saya harapkan tidak ada lagi kekerasan di lingkungan sekolah.Kita akan tindak lanjuti tapi sebelumya akan kita bina dulu,seperti apa permasalahanya, namanya manusia tidak luput dari kehilafan. Dan saya yakin melalui dinas pendidikan kita akan upayakan penindakan kepada oknum guru tersebut,” Pungkasnya. usai memberikan sambutan di Aula PGRI kotaagung.(Rudi)
banner 728x120
BACA JUGA  WALI KOTA BINA ADMIN MEDSOS DAN PPID OPD, MEREKA ADALAH GERBANG INFORMASI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.