Apel 1000 relawan dan penanaman mangrove mendukung gerakan nasional pengurangan bencana

Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi M.Pd.I, saat tengah menanam tanaman jenis Mangrove untuk mencegah resiko terjadinya abrasi pantai.

TANGGAMUS (Lampung) libasnews.com – Dengan Tema ” Ayo Lestarikan Pantai dengan gotong royong,membersihkan lingkungan dan menanam mangrouve dalam rangka Penanggulangan Resiko Bencana” Apel dan sekaligus mengukuhkan 1000 Relawan Dalam Rangka Pelaksanaan Aksi.

Bertempat di lapangan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pekon Way Gelang Kec Kota Agung Barat, turut hadir Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB), perwakilan dari Penanggulangan Bencana DAERAH(BPBD) Provinsi Lampung Sena Adhi witarta, Forkopimda Tanggamus, Sekretaris Daerah (Sekda) Asisten I, Asisten II,Asisten III,kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Tanggamus, kepala pelaksana BPBD kabupaten Tanggamus Kecamatan Agung Barat dan jajarannya,kepala Pekon way gelang kepala pekon talagening dan kepala pekon Tanjung Agung Kecamatan Kota Agung Barat perwakilan lembaga usaha dan tokoh masyarakat serta peserta apel.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan nya wakil bupati H.Samsul hadi menyampaikan pada acara apel 1000 relawan dan penanaman mangrove dalam rangka sekolah laut mendukung gerakan nasional pengurangan bencana semakin banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanggamus menjadi tantangan bersama untuk dapat dikelola dan dikurangi resikonya berdasarkan data BPBD kabupaten Tanggamus pada tahun 2002 sampai 2016 ancaman bencana hidrometeorologi terus meningkat dan mendominasi hingga 90% dan 90% bencana yang terjadi Kabupaten Tanggamus seperti banjir tanah longsor Angin Ribut dan gelombang pasang yang pasti berujung pada kerugian yang terus meningkat dan dengan gerakan yang terintegrasi melibatkan semua pihak dengan berbasis pada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana dan potensi kerugian ekonomi akibat bencana tersebut di masa yang akan datang Kabupaten Tanggamus perlu membudayakan gerakan pengurangan risiko bencana gerakan pengurangan risiko bencana merupakan sebuah proses pemberdayaan komunitas yang berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian perencanaan pengorganisasian serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mewujudkan komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup gerakan pengurangan risiko bencana secara nasional dilaksanakan sebagai gerakan nasional pengurangan risiko bencana.

BACA JUGA  MUSTAFA KUKUHKAN RELAWANNYA DI TANGGAMUS

Beliau menambahkan dengan mutu membangun ketangguhan bencana di Tanggamus.dan merupakan bagian dari komitmen politik untuk melaksanakan revolusi karakter daerah dan salah satunya adalah dengan menciptakan budaya aman pada tahun 2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanggamus melaksanakan implement implementasi gerakan pengurangan resiko bencana yang salah satunya melalui kegiatan sekolah kelautan dan sekarang laut ini merupakan salah satu program nasional yang dibiayai oleh Badan Nasional penanggulangan bencana yang diharapkan dapat dilaksanakan secara masih dan berkelanjutan dalam rangkaian kegiatan sekolah laut dilaksanakan siaga bencana beserta penanaman mangrove atau akan diikuti oleh 1000 relawan.

pengelolaan pesisir dan lautan serta sumber daya alam sekitarnya sebagai bagian kesatuan daerah aliran sungai serta mampu menumbuhkan komitmen bersama dari aparatur masyarakat serta dunia usaha akan mendukung upaya pengelolaan pesisir dan lautan sebagai bagian kesatuan daerah aliran sungai pada dasarnya penyebab timbulnya bencana ada dua hal pertama karena kondisi alam dan kedua karena perilaku manusia dan dampak pembangunan yang belum mempertimbangkan risiko bencana bencana hidrometeorologi terus meningkat seiring perubahan iklim Global peningkatan terjadi akibat Besarnya pengaruh aktivitas manusia dalam bencana tandasnya.(Rudi)

banner 728x120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.