Tim Cobra Polres Lumajang Amankan Remaja Belasan Tahun Bawa Campuran Miras

Lumajang-koranlibasnews.com Tim Cobra Polres Lumajang melakukan patroli agar warga semakin aman dan nyaman dalam beraktifitas. Kegiatan ini juga sekaligus hunting motor bodong. Seperti sore tadi (Jumat, (12 /7/2019)

Libasimg-20190713-wa0011Kapolres,melaksanakn patroli di wilayah Kota Lumajang. Dengan kekuatan 50 personil, Kapolres yang menggunakan motor trail terlihat paling depan dalam formasi patroli ini.

Bacaan Lainnya

Sasaran yang dituju adalah sekitaran Pasar Pathok Kota Lumajang, dilanjutkan sekitaran jalur Jalur Lintas Timur (JLT). Rombongan pun langsung berbelok kearah timur untuk memasuki Desa Boreng Kota Lumajang. Ditempat tersebut, Kapolres langsung menghentikan motornya didepan pemuda yang terlihat mencurigakan di pinggir jalan. Ternyata membawa motor bodong sebagai sarana transportasi. Petugas pun langsung mengangkut motor tersebut ke atas truk yang memang telah disiapkan.

Kemudian dari arah berlawanan terlihat seseorang yang berusaha memutar balik kendaraan nya. Tim Cobra pun langsung menutup jalan motor tersebut dan berhasil menghentikan nya. Setelah digeledah, ternyata seorang anak yang diketahui masih duduk di bangku SMP menyembunyikan satu box (30 sachet) obat flu ‘komix’ yang ditengarai akan digunakan untuk campuran ‘MILO’ (minuman lokal oplosan).

Kapolres pun langsung mengintrogasi anak tersebut. Sempat mengatakan komix tersebut akan digunakan untuk obat, akhirnya anak tersebut mengakui bahwa obat yang ia sembunyikan memang akan digunakan dalam campuran miras oplosan.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH
menerangkan “Patroli ini sekaligus hunting terhadap kendaraan yang ditengarai Bodong. Tadi 3 motor bodong kami amankan dan juga ada MILO (Miras Lokal Oplosan) yaitu campuran komix dengan alkohol 70 % yang dibawa oleh seorang anak dibawah umur”

“Anak tersebut mengakui bahwa obat batuk tersebut memang ia gunakan untuk campuran miras oplosan yaitu alkohol 70 % dengan 5 sachet komix. Saya tidak menahan anak tersebut dan hanya memberikan edukasi kepadanya, mengingat ia masih dibawah umur dan berhak mendapatkan pendidikan”

“Ini adalah tamparan keras bagi kita, para orang tua bahwasanya generasi penerus bangsa memiliki kreatifitas yang salah. Saya menghimbau kepada seluruh orang tua agar lebih mengawasi pergaulan buah hatinya, agar tak sampai salah dalam memilih lingkungan bermain” Ungkap Arsal.

Penulis : Kar Libas

Editor   : Fikri

BACA JUGA  Polres Lumajang Juara 1 Dalam Pengelolaan Anggaran Kalahkan Polres Jember Dan Lapas Jember

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.