OKNUM PERATIN (KADES) DI DUGA SPJ GANDA UNTUK BANTUAN PENYANDANG DISABILITAS

Pesisir Barat (Lampung) libsnews.com – Masyarakat pekon (desa) sumber rejo pertanyakan prihal SPJ ganda untuk bantuan penyandang disabilitas, masyarakat menduga ada aroma SPJ ganda yang dilakukan Oknum Peratin (KADES) sumber rejo bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat.

Dugaan SPJ ganda ini berkaitan dengan pengadaan alat bantu tongkat bagi para penyandang cacat pada hari selasa 12 desember 2017.

Bacaan Lainnya

Di serahkan langsung kepenerima manfaat oleh peratin (KADES) ujar salah satu warga yang tidak bisa di sebut namanya.

Dia mengatakan, Pemerintah lewat dinas sosial Kabupaten Pesisir Barat telah menggulirkan bantuan untuk penyandang disabilitas Pekon ( Desa ) sumber rejo kecamatan bangkunat.

bantuan tersebut mungkin pengajuanya tahun 2016 lalu dan baru di realisasikan sekarang Dan pihak desa (pekon) sumber rejo telah mendata seluruh penerima bantuan tersebut.

masyarakat mengatakan, tiba-tiba pengadaan alat penyandang cacat tersebut “ko masih ada sisa ” sehingga masyarakat mempertanyakan apa dari pihak Dinas Sosial mengetahuinya oknum peratin ( Kades ) telah membuat berita acara ganda bahwa program pengadaan alat penyandang cacat telah disalurkan kepada penerima.

“Berita acaranya sudah dibuat tapi penyaluran barangnya berupa tongkat masih ada sisa “ujarnya.

Warga menduga, Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat dan Peratin( Kades ) melakukan kegiatan fiktif atau SPJ ganda terhadap pengadaan alat tongkat tersebut.

Namun dirinya berharap oknum peratin ( Kades ) dan para pejabat Dinas Sosial harus di usut tuntas agar para penerima bantuan penyandang disabilitas dapat terbantu.

BACA JUGA  WALI KOTA KUMPULKAN PENGELOLA GEDUNG PERTEMUAN, CAFE, KARAOKE DAN HIBURAN MALAM DI STADION PCB.

Sementara itu, salah satu penyandang cacat juga tidak mau di sebut namanya mengatakan dirinya belum mendapat bantuan berupa tongkat maupun kursi roda.

Dia mengatakan, pasca kecelakan sewaktu mengendarai sepedah motor roda dua yang diderita sejak setahun lalu, dirinya harus menderita kelumpuhan seumur hidupnya.
Dalam beraktifitas, dia hanya mengandalkan dua buah tongkat yang terbuat dari kayu yang di bikin orang tuanya untuk menopang tubuhnya.

ia masih berharap pemerintah daerah lewat dinas sosial dapat memberikan bantuan kursi roda atau pun tongkat katanya.
Menanggapi hal ini, awak media Libas News menghubungi peratin ( Kades ) beberapa kali lewat bay von namun ia selalu tidak bisa di hubungi awak media Libas mau mengklarifikasi permasalahan di duga SPJ ganda dan bantuan berupa tongkat masih ada sisa ko bisa .

padahal Program bantuan tersebut adalah program dari pemerintah pusat dan menujuk pemerintah daerah sebagai pelaksana sehingga proses penyerahannya terpantau dan para penerimanya sudah terdata semuanya.pungkasnya (Halika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.