Miris!! Pemuda Bandar Abung Tidak Dapat Mencari Pekerjaan Karena Ijazah Di Tahan Kepala SMK N 1 Abung Surakarta

Lampung Utara-Koranlibasnews.com Setelah Lulus SMA/SMK adalah harapan Siswa-siswi untuk meneruskan dalam mengapai cita-cita,mungkin ada yang meneruskan ke perguruan tinggi bagi orang tuanya yang mampu,ada juga untuk mencari perkerjaan ketika orang tuanya tidak mampu untuk membiayai ke perguruan tinggi, namun hal itu tidak berlaku bagi pemuda Di Desa Bandar Abung Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung.

Besarnya Anggaran Untuk Pendidikan yang di kucurkan dari APBN terasa tak mampu untuk menuntaskan permasalah bagi masyarakat Indonesia ,seperti yang kita lihat Potret buruk dunia pendidikan di SMK N 1 Abung Surakarta,Kabupaten Lampung Utara,salah satu dari 10 siswa -siswi yang harus mengubur harapannya untuk mencari pekerjaan karena tidak mampu membayar tunggakan sekolah.

Bacaan Lainnya

Kepada Tim Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bambang salah satu dari siswa SMK N 1 Abung Surakarta ingin menyampaikan keluhan kepada pemerintah di mulai dari Kabupaten,Provinsi hingga ke Pusat,dengan adanya penahanan ijazahnya oleh pihak Sekolah,ia berharap ada perhatian untuk dirinya pasalnya dirinya benar-benar tidak mampu untuk menebus ijazah tersebut,disisi lain ijazah tersebut sangat dibutuhkanya untuk mencari pekerjaan,”kami berharap kepada pemerintah dapat membantu kami karena ijazah itu sangat kami butuhkan untuk mencari pekerjaan,padalah kami hanya ingin meminta fotocopy nya saja untuk daftar pekerjaan, tapi kepala sekolah tidak memberi dan harus dimintai uang 500 ribu bayar adminitrasi,” Paparnya

Di tempat yang sama wali dari bambang,mengeluhkan situasi ini pasalnya ia memang benar-benar tidak punya uang untuk menebus ijazahnya dari anak nya,ia berharap kepada pemerintah agar dapat membantu
“Saya selaku wali murid minta tolong sekali dengan pemerintah untuk dapat membantu,karena ijazah itu sangat di perlukan untuk mencari pekerjaan,” Harapnya

BACA JUGA  Kades Madukoro Baru Yang Bersetatus PJ Di Duga Mark Up Anggaran Dana Desa Dan Tidak Transparan

Penulis : Diki

Editor   : Fikri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.