LAGI LAGI AKTIFITAS PENAMBANG TANPA IZIN MENELAN KORBAN JIWA

Merangin (Jambi) libasnews.com – Maraknya aktifitas penambangan tanpa izin di merangin yang tidak sadarkan diri telah menelan puluhan nyawa, kini terhembus lagi kabar adanya aktifitas penambangan tanpa izin yang telah merengut nyawa sodara MAN SOGUN (45) warga Desa SUNGE KAPAS Kecamatan BANGKO KABIPATEN MERANGIN,  Rabu, 17-01-2018 sekitar pukul 13,30 WIB di desa Sunge Kapas.

Aktifitas penambangan tanpa izin menelan korban jiwa, menurut pengakuan sodara rekan korban yang ikut bekerja, bernama ME(42) di hadapan awak media Libas News menceritakan asalmula kejadian, dengan nada gugub sodara ME  mengungkapkan bahwa saya bekerja dompeng di daerah Sunge Kapas  blok B,  dengan rekan sejumlah 6 orang, yaitu, SKT(55) SKR (39)SKM (45) MN(42)TM(50) sejak pagi saya kerja tidak ada firasaat apa apa, akan tetapi setelah saya dan kawan kawan makan siang sekira pukul 13.30  wib kalo gak salah ingat, entah kenapa sodara MAN,  saya suruh makan dulu tidak mau, ia sangat semangat bekerja dan yang anehnya saya mencium aroma wangi di areal lobang tersebut seprti bau bunga, saya pun agak merinding ada apa, dalam hati mengatakan, ujar sodara ME(42)

Bacaan Lainnya

Akan tetapi tidak selang beberapa lama  terdengar suara tanah yg ketinggian kurang lebih 11m runtuh menimbun lobang yang saya kerjakan itu, saat itu saya tidak bisa berbuat apa apa, saya tertimbun tanah beserta kawan kawan, akan tetapi bisa di selamatkan, hanya sodaran MAN sogun yg tidak keliatan, di antara yang lain kami pun mita bantuan kawan-kawan untuk mencari sodara MAN sogun, akan tetapi naasnya sodara MAn di temukan di bongkahan tahan sudah tidak bernyawa lagi, ditemukan kurang lebih pukul 3,00 wib, ujarnya,, lalu diantar kan ke keluarga di desa sungekapas, kec bangko kab, merangin,

BACA JUGA  Supriyanto : Tidak Pernah Terlintas Di Pikiran TNI Bangun Rumah Saya

Sesampe di rumah pekul  16.00 wib.dan di makamkan sekitar pukul 20.00 (khoirun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.