Ketua KWRI dan pimred LENSAPESISIR ceking on the sport ke MTS. NU.

pesisir barat-koranlibasnews.com
Terkait laporan masyarakat sekitar komplek sekolahan Mts. Nu. Krui kecamatan pesisir tengah kabupaten Pesisir barat bahwa akibat hujan deras terjadi pada jum’at malam sabtu 23 november 2018 beberapa minggu yang lalu.

akibatkan hujan deras tersebut mengakibatkan jembatan, gorong gorong yang menghubungkan jalan raya lintas barat ke komplek sekolahan Mts, Nu krui nyaris putus.
Atas dasar laporan di atas ketua DPC-KWRI kabupaten Pesisir barat beserta pimred”Lensa pesisir” yusri dan kabiro Libas News turun lapangan langsung menemui kepala sekolah Mts. Nu. H. Auza’i Spd.I.d ruang kerjanya untuk minta keterangan atas situasi komplek sekolahan bila turun hujan, di peroleh informasi jika hujan turun sekolahan kebanjiran dan pernah air masuk ke kantor.

Bacaan Lainnya

Ketua KWRI Abdul chalik, B, Sc”menanyakan pada Kepala sekolah.H.Auza’i. Spd.I, apakah kondisi ini sejak dulu seperti ini banjir sampai meluap naik sampai ke ruangan kantor, di jawab oleh kepala sekolah tidak, baru sekarang aja, ini apa faktor penyebabnya hingga seperti ini di jawab ada kemungkinan di muara way tuok terjadi penyempitan dan pendangkalan.

Ketua KWRI tanya kembali apa udah ada usaha dan langkah Kepala sekolah atas kejadian yang dimaksud”saya udah lapor ke instansi terkait pada dinas pekerjaan umum, camat setempat.terkait perbincangan tersebut ketua Kwri, kembali mempertanyakan terkait banjir”instansi mana aja yang sudah turun jawab dinas pekerjaan umum, yang lain termasuk bupati /wakil bupati,oh itu belum ada..

BACA JUGA  Tim Penggerak PKK Pesisir Barat Secara Simbolis Membagikan Paket Sembako Dan Beras Di 5 Kecamatan Juga Menyantuni Anak Yatim

Bagaimana sikap dan tanggapan pejabat terkait di jawab belum ada tindak lanjut, menurut informasi dari P.U belum ada anggaran
Ketua Kwri menyikapi hal di atas kesimpulannya pihak pemerintah daerah lamban, pihak dewan wakil rakyat yang terhormat ketiduran,sibuk mengurus pencalonan untuk dapat duduk kembali sehingga mereka terlena dan lupa akan tupoksi nya.

dalam hal ini seharusnya tidak demikian mereka seyogyanya justru vokal dan berusaha menarik simpati masyarakat mereka mengajak pihak exskutif turun dan mencari jalan keluar untuk mengatasi bukankah ada dana cadangan tanggap darurat perbaiki dulu gorong-gorong bila perlu di ganti gorong-gorong yang besar, sampah-sampah yang membuat saluran tidak lancar di angkat/di keruk buat perencanaan kerja bhakti tunjukan rasa kepedulian terhadap lingkungan bukankah ada PU. PR sebagai leading sektornya.

Kesimpulan,, menurut pandangan ketua Kwri kondisi yang terjadi di akibatkan kurangnya analisa dampak lingkungan bukankah Master plan kabupaten Pesisir barat adalah pembangunan berwawasan lingkungan, bukan tidak mungkin kejadian ini akibat penumpukan tanah galian di sekitar kawasan kantor pemda, kantor DPRD yang turun ke sungai way tuwok yang mengalami pendangkalan di tambah sampah rumah tangga yang di buang ke sembarang tempat yang kurang ke disiplinan warga atas kebersihan.

Pihak sekolah Mts NU dan warga sekitar mengharapkan perhatian pemda atas gorong-gorong rusak sebelum jalan terputus total mengingat jalan yang di maksud sangat vital,selain siswa Mts.Nu juga masyarakat sekitar membutuhkan jalan yang di maksud.

Penulis : Tiem

Editor   : Yanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.