Jalan Penghubung Karang Sari Ketapang-Sukabaru Penengahan Seolah Terabaikan

IMG-20211014-WA0031

Lampung Selatan-koranlibasnews.com
Warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan penghubung antar Desa dan antar Kecamatan, yaitu jalan dari Dusun Trans Blitar Desa Karang Sari Kecamatan Ketapang menuju Dusun Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan yang lama seolah tera abaikan

Di ketahui jalan poros tersebut kondisinya saat ini terbilng parah.Dengan kondisi seperti itu, tentu menjadi kendala bagai warga dalam melakukan segala aktifitas sehari hari, seperti untuk mengeluarkan hasil Pertanian dan lain sebagainya.

Widodo salah satu warga setempat mewakili warga lainnya menyampaikan keluhan tersebut saat berbincang dengan awak media dirumahnya Dusun Gunung Botol .pada Kamis (14/10/21)

Warga Masyarakat mengeluh dan mengharapkan jalan dari Trans Blitar ke Gunung Botol sampai Buring untuk di bangun,banyak luur,(panggilan akrab dengan Awak media) itu merupakan jalan poros penghubung antar kecamatan . Tapi ya ini kenyataan sudah sekian tahun tak kunjung ada perbaikan .” Terang Widodo yang juga mantan Aparat Desa Penengahan dua Priode itu.

Menurut Widodo , dirinya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan warga kepada para Kepala Desa (Kades)

Sudah kita sampaikan harapan warga kepada para Kades , sejak empat tahun lalu, tapi karna memang itu jalan Kabupaten tentu tidak bisa jadi prioritas menggunakan Dana Desa (DD).Bahkan Pak Kades Sukabaru Kecamatan Penengahan sudah pernah sampaikan proposal ke Dinas PU , memang sudah diprioritaskan sejak 2019 tapi ya buktinya masih belum tersentuh.” Imbuhnya.

Warga masyarakat sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan segera merealisasikan pembangunan jalan penghubung dari Desa Karang Sari Kecamatan Ketapang – Dusun Gunung Botol sampai ke Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan.

“Tentu kami mengharap Pemkab melalui Dinas PUPR Lamsel segera bangun jalan ini. Karna jalan poros , kasihan warga sangat terkendala , aspal udah habis, hanya jalan yang tersisa batu onderlag , sebagian masih jalan tanah . Kalau dibangun keseluruhan panjangnya sekitar 3000 meter .”Tutup Widodo yang di amini beberapa warga setempat.

Penulis : Adi Libas

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *