HIDUP SEBATANG KARA NENEK ISAH BINTI ATIM WARGA DUSUN CIBANTENG BUTUH ULURAN TANGAN

Subang, libasnews.com  – Nenek ISAH Binti ATIM warga dusun Cibanteng Rt 12 Rw 05 Desa Jatiragas hilir kecamatan patok beusi kabupaten Subang Jawa Barat .

hidupnya sangat memprihatinkan dan sakit sakitan  di dalam Gubuk reot yang tidak layak huni.

Bacaan Lainnya

yang ukuranya hanya 3 x 2,5 meter per segi saja keadaan rumahnya.

Sangat menyedihkan nenek ini memilih sendiri sejak masih muda hidup miskin dalam serba kekurangan dirumah gubuk kecil.

Bahkan, dalam kondisi sakit – sakitan keseharian makanpun menunggu belas kasihan dari tetangga untuk memberi makan.

Namun, selama hidupnya yang serba kekurangan tidak pernah ada sentuhan bantuan dari pemerintah.

IMAN  selaku ketua RT 12 rw 05   juga tetangga nya Nenek ISAH Binti ATIM yang lahiran tahun 1956 atau sudah 62 tahun ini IMAN   memaparkan, kehidupan Nenek ISAH Binti ATIM memang sangat memprihatinkan, dan tidak pernah dapat sentuhan bantuan dari pemerintah.

“Saat ini Nenek ISAH Binti ATIM  hanya pasrah , sebab untuk pergi berobat tidak punya biaya apa-apa.

beruntung sebagian tetangganya masih ada yang peduli,memberi makan dan minum” katanya.kamis 15-03-2018.

Diceritakan, bahwa Nenek ISAH Binti ATIM pernah menikah namun tidak mempunyai keturunan  ,  Sehingga nenek yang sudah berumur 62 tahun ini tidak ada yang mengurusnya.

Rumah yang terbuat dari perpaduan kayu dan bambu itu menjadi tempat sang nenek ISAH Binti ATIM menghabiskan waktu sakitnya.

Karena kondisinya yang semakin hari semakin parah hanya menjadi keprihatinan tetangga sekitarnya.

BACA JUGA  MASYARAKAT CIBERES MENDUKUNG DAN SIAP MENSUKSESKAN TATI SUGIARTI

Ia berharap ada perhatian serius dari pihak pemerintah pusat ,propinsi ,maupun pemda subang untuk mengurus warga miskin sebagaimana yang dialami Nenek ISAH Binti ATIM.

Sebab, tak jarang ada bantuan bagi warga miskin, namun sayang nenek ini selalu terlewatkan.

“Ia selama ini tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, seperti bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)”. Pungkasnya. (Uta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.