CSR Jangan Hanya Pencitraan Ala HERMANSAH

Subang-Koranlibasnews.com Program corporate social responsibility (CSR) perusahaan terus bergelora di kabupaten Subang.

Kegiatan seperti pelestarian lingkungan, pemberian beasiswa, kesehatan, pengelolaan distribusi produk, dan pemberdayaan masyarakat, serta lainnya menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya

libasimg-20190831-wa0008Semangat memperhatikan lingkungan sekitar perusahaan harus tetap dipelihara.

Jangan sampai program sosial tersebut justru dijadikan pencitraan perusahaan saja.

Perusahaan dalam menjalankan program CSR jangan hanya mementingkan image beauty. Jangan pula di luar terlihat bagus, tapi di dalam perusahaan itu sendiri berantakan,kata HERMANSAH pada diskusi Ngobrol bareng Awak Media LibasNews juga Sekjen GWI kabupaten Subang Sabtu 31-08-2019.

Menurut HERMANSAH reputasi perusahaan bergantung pada kinerja serta komunikasi yang dilakukan paparnya.

Memberikan informasi dan menjalankan komunikasi dengan pemangku kepentingan adalah pekerjaan rumah terbesar yang harus dilakukan oleh perusahaan atau institusi.

Komunikasi CSR, kata HERMANSAH, bukan sekadar wacana atau teori di atas kertas saja.

Tapi membutuhkan perencanaan, komitmen, ketekunan, sosialisasi, harmonisasi, hubungan baik, serta evaluasi yang menyeluruh dan terus-menerus.

Perusahaan harus memberikan informasi yang transparan, juga melibatkan pemangku kepentingan agar tidak ada yang menganggap programnya hanya pencitraan saja.

Operasional bisnis,menurut HERMANSAH  harus seimbang pula dengan investasi bagi pemangku kepentingan.

Oleh sebab itu, komunikasi perusahaan dan kehumasan sangat berperan untuk memberikan arahan dan pendampingan bagi manajemen dan publik secara umum.

Keterbukaan dalam menerima masukan dari berbagai pihak adalah pilar untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dalam jangka waktu yang lama HERMANSAH menambahkan.

Sementara itu, Sekjen GWI kabupaten Subang KARWITA SE,  mengungkapkan, komunikasi adalah jantungnya CSR.

Dalam setiap tahap praktik CSR, komunikasi menjadi organ vital yang membuat program tanggung jawab sosial perusahaan hidup.

Dalam hal ini tugas unit kerja komunikasi dan CSR perusahaan adalah membangun komunikasi dengan melibatkan pemangku kepentingan.

Keterlibatan pemangku kepentingan harus dimulai sejak perencanaan, implementasi, monitoring, hingga tahap evaluasi program.

Timbal balik nya KARWITA SE menambahkan peneliti dan pemerhati CSR mengungkapkan, komunikasi CSR harus bersifat timbal balik.

Komunikasi CSR jangan hanya menjadi upaya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga harus menjadi inisiatif untuk menerima pesan dari pemangku kepentingan.

Pesan tersebut bisa terkait komitmen, kebijakan, serta kinerja perusahaan dalam pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ungkapnya.

Disebutkan, makin banyak perusahaan yang melaksanakan program CSR. Namun, tak sedikit pula yang kurang diapresiasi publik atau pemangku kepentingan.

Hal itu tak lepas dari kurang baiknya komunikasi yang dilakukan. HERMANSAH menambahkan, faktor utama dalam CSR seperti tata kelola organisasi, HAM, praktik perburuhan, lingkungan, praktik operasional yang fair, isu-isu konsumen, serta pelibatan dan pengembangan masyarakat perlu dikomunikasikan dengan baik.

Tujuannya, tak lain agar perusahaan mendapat apresiasi dari berbagai pihak atas kepeduliannya terhadap pemangku kepentingan.

Menurut HERMANSAH penggarapan komunikasi CSR menuntut kreativitas berkomunikasi. Saluran yang digunakan pun tak hanya media internal, tetapi bisa juga eksternal seperti media massa.

Jurnalisme dan CSR sebenarnya dipertemukan oleh satu hal bernama tanggung jawab sosial. Tapi pada pelaksanaannya, keduanya cenderung menempuh jalan yang berbeda.

Atas nama tanggung jawab sosial, jurnalisme cenderung untuk mengabarkan yang buruk-buruk dengan berprinsip bad news is good news.

Sementara CSR, justru berkepentingan untuk mengabarkan yang baik.

Meski begitu, kata HERMANSAH pihak korporasi harus tetap fokus untuk mengabarkan keberhasilan-keberhasilan programnya.pungkasnya

Penulis : Uta libas

Editor   : Fikri

BACA JUGA  Panit 1 Intelkam Mendampingi Pos Dan Giro System Door To Door Bagikan BST

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.