Aku Bangga Menjadi Anak Sholeh

Subang, koranlibasnews.com – Kegiatan pesantren Kilat dengan mengambil tema ‘Aku Bangga Menjadi Anak Sholeh’ dimulai hari ini, jumat 14-05-2019 jam 16.00 wib di buka oleh ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Miftahul Huda ustadz H. RASJA PRIATNA

Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa doa anak sholeh untuk orang tuanya menjadi salah satu dari tiga pahala dan kebaikan yang terus mengalir ke orang tua saat keduanya sudah meninggal dunia.

Dalam pesannya, Ustadz H. RASJA PRIATNA berharap para peserta bisa mengikuti acara ini dengan baik, supaya mendapatkan ilmu yang manfaat.

Sekitar Ratusan peserta santriwan dan santriwati terlihat semangat mengikuti pesantren kilat di masjid Miftahul Huda dusun Mulyasari Rt 09-05 Desa Rancajaya Kecamatan patokbeusi kabupaten subang.
Mereka mengaku senang menjadi anak sholeh, karena Allah menyayangi anak-anak yang sholeh.

“Dan orang-orang yang disayangi Allah akan dimasukkan ke dalam surganya,’ tambah Ustadz GANTO yang menjadi pembicara pembuka pada kegiatan ini.
Sebanyak Ratusan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA berkumpul di Masjid Miftahul Huda mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang diprakarsai oleh Remaja Masjid tersebut.

Kegiatan yang baru di buka  hari ini menghadirkan kegiatan yang menarik seperti ceramah umum, ceramah kelompok, diskusi dan debat tematik, game edukasi.

whatsapp-image-2019-05-17-at-19-05-17Acara dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh Ketua DKM Masjid Miftahul Huda Ustadz H.RASJA PRIATNA Dalam sambutannya, beliau berpesan agar di masa yang akan datang akan lahir generasi-generasi yang lebih baik dan tangguh.

“Semoga kalian semua yang hadir hari ini adalah generasi yang akan mengisi Masjid di kemudian hari dan sukses dalam kehidupan,” ujar beliau.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan pesantren kilat AGUNG memaparkan pada awak Media Libas News bahwa kegiatan yang mereka lakukan semata-mata untuk menjadikan Ramadhan bulan yang produktif.

BACA JUGA  Operasi Yustisi Polsek Tambora di Gelar kembali bersama petugas Gabungan Tiga Pilar

“Ramadhan bukan untuk bermalas-malasan dengan alibi tidur adalah ibadah, tapi sebagai remaja kita harus tetap produktif dan semangat dalam beraktivitas,” ujarnya.

Senada Ustadz ADE MULYANA menambahkan apa yang pernah disabdakan oleh Rosulullah SAW kepada sahabatnya itu benar-benar terlaksana pada saat kita puasa seperti sekarang ini, yaitu (“Man Shoma Romadhona Imanan Wahtisabah Ghufirolahu Mataqoddama Mindanbihi” ) yang artinya barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan/evaluasi maka pasti Allah SWT akan mengampuni dosanya termasuk dosa-dosanya yang telah lalu”.

Begitu juga Rosulullah pernah menyampaikan sabdanya kepada sahabat-sahabatnya bahwa ketika bulan puasa tiba kita harus berhati-hati, mempunyai sikap antisipasi dan waspada agar puasa yang kita lakukan seperti saat ini janganlah sia-sia belaka, hanya sekedar menahan lapar, haus dan dahaga saja, yaitu : (“Kam min shoimin laisa lahu min syiamihi illal juu’I wal ‘athosi“) yang artinya betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak memperoleh apa-apa kecuali hanya sekedar merasakan lapar dan haus semata”, na’udzubillahi min dzalik. Pungkasnya

Kontributor : Uta  >> Editor : Fikri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.